Bila Tiga Media Massa Kehilangan Sensitifitas Kemanusiaan

Posted on December 27, 2010

0


Hari ini (27/12), tiga media massa arus utama seperti kehilangan sensitifitas kemanusiaan. Tiga media massa arus utama itu adalah KOMPAS, Koran TEMPO dan Media Indonesia.

Hari ini (27/12) ketiga media massa arus utama itu menurunkan berita mengenai kekalahan tim nasional sepak bola oleh tim nasional Malaysia di headline halaman depannya. Seakan persoalan kekalahan timnas sepakbola Indonesia itu menjadi persoalan yang sangat penting. Seperti persoalan hidup dan mati.

Padahal ada banyak persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat banyak yang lebih pantas diberitakan daripada sekedar memberitakan soal sepak bola. Kasus jebolnya tanggul lumpur Lapindo misalnya, lebih pantas menjadi headline daripada berita mengenai kekalahaan timnas PSSI.

Seperti diberitakan oleh www.korbanlumpur.info, jebolnya tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 79 pada Kamis (23/12/2010) membuat persawahan dan rumah warga terendam. Begitu tanggul jebol, air di dalam kolam lumpur langsung mengalir deras menerjang pesawahan dan rumah warga. Wilayah yang terkena mencakup Dusun Pologunting, Desa Gelagaharum dan Desa Sentul. Warga langsung panik. Mereka spontan mengevakuasi perabotan mereka. Upaya pengungsian mereka lakukan secara mandiri.

Nasib pilu warga Dusun Pologunting, Desa Gelagaharum dan Desa Sentul, Sidorajo seakan tidak lebih penting daripada kekalahaan timnas PSSI. Bahkan sejak hari Jum’at (24/12) atau sehari setelah jebolnya tanggul penahan lumpur Lapindo, Koran TEMPO dan KOMPAS tidak menaruh berita itu di headline halaman depan. Koran TEMPO justru sudah sejak hari Jum’at itu menurunkan berita terkait pertandingan Timnas PSSI.

Apa jadinya jika media massa mainstream seperti KOMPAS, Koran TEMPO dan Media Indonesia lebih menganggap penting persoalan kekalahan timnas PSSI daripada nasib warga yang hidupnya terancam akibat jebolnya tanggul lumpur Lapindo?

Advertisements
Posted in: Uncategorized