KOMPAS, Berita Pertanian Tanpa Petani

Posted on December 9, 2010

0


Hari ini, 9 Desember 2010, harian KOMPAS menurunkan berita tentang persoalan pertanian khususnya soal beras. Berita itu berjudul, ” Pemerintah Membantu Pengeringan”.

Dalam berita itu disebutkan bahwa Kementerian Pertanian berencana membantu pembelian sarana pengeringan gabah. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas gabah dan beras petani.

Narasumber dalam berita itu adalah Menteri Pertanian Suswono, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Zaenal Bachruddin dan Pengamat ekonomi pertanian yang juga mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Kaman Nainggolan.

Ini sebuah berita yang aneh. Pasalnya, tidak ada narasumber dari pihak petani atau organisasi petani. Jika sebuah berita adalah media pertarungan wacana, maka dalam berita ini wacana yang berasal dari petani disingkirkan. Yang ditampilkan adalah wacana dari pemerintah dan pengamat ekonomi.

Ironis, sebuah berita mengenai pertanian namun sang petaninya atau minimal organisasi petani tidak dijadikan narasumber. Padahal belum tentu pula apa yang disampaikan pemerintah dan pengamat ekonomi pertanian mewakili kepentingan petani sesungguhnya.

Akhirnya, jika informasi dari berita ini dijadikan untuk pembuatan kebijakan akan bisa berdampak fatal. Karena informasi dari petani atau organisasi tani tidak dimunculkan. Petani adalah pihak yang akan terkena dampak dari sebuah kebijakan pertanian. Suara mereka harus didengar.

Mengapa dalam berita itu Harian KOMPAS, tidak mewawancarai petani atau organisasi petani? Sangat tidak mungkin bila KOMPAS tidak memiliki akses kepada petani di lapangan atau organisasi tani. Semoga bukan merupakan sebuah kesengajaan untuk menyingkirkan petani dari pertarungan wacana soal pertanian di media massa…amien!

Advertisements
Posted in: Uncategorized