Soal Proyek Jalan Layang Jakarta, MEDIA INDONESIA Tidak Kritis

Posted on December 6, 2010

1


Pada hari Kamis, 2 Desember 2010, di Harian MEDIA INDONESIA menurunkan berita yang berjudul “Cipete dan Casablanca bakal Macet Setahun”. Menurut berita itu pembangunan jalan layang Antasari- Blok M dan Kampung Melayu- Tanah Abang akan berdampak kemacetan lalu lintas di kawasan Cipete dan Casablanca.

Dalam berita itu, narasumbernya hanya berasal dari unsur pemerintah dan kepolisian lalu lintas (Koordinator Traffic Management Centre/TMC Dilantas Polda Metro Jaya)

Tak ada narasumber dari masyarakat pengguna jalan yang dijadikan narasumber dalam pemberitaan itu. Padahal masyarakat pengguna jalan lah yang akan terkena dampak buruk dari pembangunan tersebut.

Tidak ada pula narasumber dari organisasi lingkungan hidup. Padahal kemacetan lalu lintas akan menyebabkan meningkatnya polusi udara di Jakarta. Ketiadaan narasumber dari organisasi lingkungan hidup ini membuat MEDIA INDONESIA lupa menanyakan bagaimana status AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) dari proyek itu.

Dalam berita itu memang disebutkan bahwa telah dialakukan studi kelayakan dalam proyek tersebut. Namun, tentu beda antara studi kelayakan dan AMDAL.

Entah mengapa MEDIA INDONESIA luput untuk bersikap kritis terhadap proyek jembatan layang di Jakarta itu? Apakah wartawan MEDIA INDONESIA lupa bahwa setiap penambahan jalan di Jakarta itu berarti memfasilitasi penggunaan kendaraan bermotor pribadi, dan itu berarti menambah kemacetan di kota Jakarta?

Tidak jelas benar, mengapa MEDIA INDOENESIA tidak kritis. Namun yang jelas berita dengan narasumber hanya dari pemerintah dan kepolisian lalu lintas itu telah merugikan masyarakat sebagai pihak yang akan terkena dampak dari pembangunan jalan layang itu.

Advertisements
Posted in: Uncategorized